- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
MTSN 7 KUNINGAN KIRIM 100 KADER PRAMUKA DI BIMTEK KEPROTOKOLERAN

Jalaksana (HUMAS Kab. Kuningan) Kwartir Cabang Pramuka Kuningan melalui Satuan Kegiatan (Satgiat) Protokol menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokoleran dan Kepramukaan ke-V Tahun 2025 di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan, Sabtu (4/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta penggalang dan penegak dari berbagai gugus depan, termasuk lebih dari 100 kader Pramuka MTsN 7 Kuningan yang tergabung dalam Gudep 12.067–12.068.
Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan keprotokoleran para peserta. Materi yang diberikan meliputi public speaking, profil pemimpin muda berintegritas dan disiplin, serta pemahaman Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter berbasis nilai hukum dan moral.
Kepala Madrasah sekaligus Kamabigus MTsN 7 Kuningan, Ating Zainal Muttaqin, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai relevan dengan pembinaan generasi muda. “Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga wahana pembentukan karakter. Kami ingin peserta didik terbiasa tampil percaya diri, tertib, dan komunikatif sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gugus Depan, Cece Kurniawan, menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dalam membentuk jiwa kepemimpinan. “Keprotokoleran yang rapi dan kemampuan berbicara di depan umum adalah cermin kedewasaan organisasi. Dari kegiatan seperti ini, adik-adik belajar disiplin, menghormati tata cara, dan memimpin dengan percaya diri,” tuturnya.
Pelatih Pramuka, Iman Septiana, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung. “Peserta mempelajari etika komunikasi, struktur keprotokoleran, dan peran Pramuka dalam kegiatan resmi. Kami akan lanjutkan latihan teknis di pertemuan berikutnya agar keterampilan mereka semakin mantap,” katanya.
Salah satu peserta, Devi Kasmarani, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Saya jadi lebih paham cara menjadi MC atau protokol, dan sekarang lebih berani bicara di depan umum. Ini sangat bermanfaat untuk kegiatan di sekolah maupun di gugus depan,” ujarnya.
Kegiatan berjalan tertib dan interaktif. Panitia berharap hasil bimtek ini dapat diterapkan dalam kegiatan resmi Pramuka di tingkat gugus depan hingga kwartir, guna memperkuat citra Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, disiplin, dan keteladanan.


