- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
SAKSIKAN PROSESI ADAT KAWIN CAI SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR NILAI BUDAYA DARI LAPANGAN

Jalaksana (HUMAS Kab. Kuningan) Sebanyak 17 siswa MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan menyaksikan langsung prosesi budaya “Adat Kawin Cai” di Tirtayatra Balong Dalem, Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (9/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai sosial, tradisi, dan pelestarian budaya masyarakat Sunda secara nyata.
Prosesi “Adat Kawin Cai” sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang menggambarkan penyatuan dua sumber mata air sebagai simbol harmoni, keseimbangan, dan keberkahan. Acara diawali dengan penyembelihan domba, dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pentas seni, dan siraman adat Kawin Cai sebagai puncak kegiatan.
Guru IPS MTsN 7 Kuningan, Bapak Anton, menilai kegiatan ini sangat efektif dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap kebudayaan lokal. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga menyaksikan langsung praktik budaya masyarakat. Mereka bisa melihat nilai gotong royong, peran sosial, dan filosofi yang terkandung dalam tradisi Sunda,” ujarnya.
Kepala MTsN 7 Kuningan, Ating Zainal Muttaqin, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya pendidikan karakter berbasis budaya. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya sendiri. Belajar di luar kelas seperti ini membantu mereka memahami nilai-nilai kearifan lokal secara langsung,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi dan dokumentasi oleh siswa, yang nantinya digunakan sebagai bahan tugas pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kuningan berharap peserta didik semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kontributor : Intan Darmayanti


