- LUAR BIASA! PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI KSA 2026 DENGAN RAIHAN JUARA UMUM
- PKS MTSN 7 KUNINGAN BORONG PRESTASI DI DIKLAT PKS DAN POLJAR TINGKAT POLSEK JALAKSANA
- KILAS BALIK 2 DEKADE, REUNI ALUMNI MTSN 7 KUNINGAN SARAT HARU DAN KEBERSAMAAN
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN RAIH MEDALI PERUNGGU MOSAIC IPS TINGKAT JAWA BARAT
- MTSN 7 KUNINGAN IMPLEMENTASIKAN PROGRAM TAHSIN, TAHFIDZ, DAN KEPUTRIAN
- MTSN 7 KUNINGAN RAIH DUA PENGHARGAAN KPPN AWARD SEMESTER I 2026
- MTSN 7 KUNINGAN JALIN KEMITRAAN DENGAN TIGA LEMBAGA PROGRAM TAHSIN, TAHFIZ, DAN KEPUTRIAN
- MATAMUDA MTSN 7 KUNINGAN DITUTUP
- TANAMKAN KESADARAN ANTI PERUNDUNGAN, MTSN 7 KUNINGAN HADIRKAN EDUKASI PERLINDUNGAN ANAK
- CEGAH HOAKS DAN PERUNDUNGAN DARING, MTSN 7 KUNINGAN BEKALI MURID BARU LITERASI DIGITAL
TAULADAN MTSN 7 KUNINGAN: DAKWAH DIGITAL RAMADAN YANG TAYANG SETIAP HARI

Jalaksana (KEMENAG) Menyambut Ramadan 1447 H, MTs Negeri 7 Kuningan kembali menghadirkan program dakwah digital bertajuk TAULADAN (Tausiyah Bulan Ramadan). Sejak Rabu (18/2/2026), tausiyah singkat ini tayang setiap hari melalui kanal YouTube resmi madrasah.
Program ini dirancang dengan pendekatan ringan dan kontekstual agar relevan bagi generasi Z dan Alpha. Materi disusun tim keagamaan, sementara proses produksi ditangani tim multimedia. Menariknya, talent berasal dari pengurus OSIS dan MPK, sehingga siswa terlibat langsung dalam public speaking dan manajemen produksi konten.
Pengambilan gambar tidak hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga di sejumlah masjid di Kuningan untuk menghadirkan nuansa religius yang autentik. Ketua pelaksana, Sambas, menyebut TAULADAN sebagai adaptasi dakwah di era digital. “Kami ingin pesan Ramadan menjangkau lebih luas dan dikemas sesuai karakter remaja,” ujarnya.
Pembina OSIS, Atep Yusuf, menambahkan bahwa program ini menjadi ruang belajar kolaboratif bagi siswa, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga keterampilan komunikasi dan tanggung jawab.
Di tengah derasnya arus konten digital, TAULADAN hadir sebagai alternatif tontonan yang menenangkan sekaligus menguatkan iman. Akankah inovasi dakwah ini menjadi model pembelajaran keagamaan madrasah di era digital?
Kontributor: Intan Darmayanti



