- TAULADAN MTSN 7 KUNINGAN: DAKWAH DIGITAL RAMADAN YANG TAYANG SETIAP HARI
- MERDU, INSPIRATIF, DAN KREATIF: MTSN 7 KUNINGAN APRESIASI JUARA LOMBA ISRA MI’RAJ
- BORONG 5 PIALA! PMR MTSN 7 KUNINGAN TUNJUKKAN AKSI DAN EMPATI DI BLUE GENERATION COMPETITION
- JUARA UMUM DI TENGAH 35 PANGKALAN, PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI SCM XV
- LDKS DI ALAM TERBUKA, MTSN 7 KUNINGAN SIAPKAN PEMIMPIN MUDA TANGGUH DAN ISLAMI
- HARUMKAN NAMA KUNINGAN, SISWA MTSN 7 RAIH MEDALI DI KEJUARAAN NASIONAL PENCAK SILAT
- TIM FUTSAL PUTRI MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA II PIALA KADISDIK JABAR 2026
- KELOLA MEDIA SOSIAL SECARA INFORMATIF, MTSN 7 KUNINGAN RAIH APRESIASI KEMENAG
- TIM FUTSAL PUTRI MTSN 7 KUNINGAN RAIH JUARA II LIGA FOUNDATION #11
- TOREHKAN PRESTASI DI ATLAS 2026, PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DINOBATKAN PANGKALAN TERAKTIF
TAULADAN MTSN 7 KUNINGAN: DAKWAH DIGITAL RAMADAN YANG TAYANG SETIAP HARI

Jalaksana (KEMENAG) Menyambut Ramadan 1447 H, MTs Negeri 7 Kuningan kembali menghadirkan program dakwah digital bertajuk TAULADAN (Tausiyah Bulan Ramadan). Sejak Rabu (18/2/2026), tausiyah singkat ini tayang setiap hari melalui kanal YouTube resmi madrasah.
Program ini dirancang dengan pendekatan ringan dan kontekstual agar relevan bagi generasi Z dan Alpha. Materi disusun tim keagamaan, sementara proses produksi ditangani tim multimedia. Menariknya, talent berasal dari pengurus OSIS dan MPK, sehingga siswa terlibat langsung dalam public speaking dan manajemen produksi konten.
Pengambilan gambar tidak hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga di sejumlah masjid di Kuningan untuk menghadirkan nuansa religius yang autentik. Ketua pelaksana, Sambas, menyebut TAULADAN sebagai adaptasi dakwah di era digital. “Kami ingin pesan Ramadan menjangkau lebih luas dan dikemas sesuai karakter remaja,” ujarnya.
Pembina OSIS, Atep Yusuf, menambahkan bahwa program ini menjadi ruang belajar kolaboratif bagi siswa, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga keterampilan komunikasi dan tanggung jawab.
Di tengah derasnya arus konten digital, TAULADAN hadir sebagai alternatif tontonan yang menenangkan sekaligus menguatkan iman. Akankah inovasi dakwah ini menjadi model pembelajaran keagamaan madrasah di era digital?
Kontributor: Intan Darmayanti



