- MTSN 7 KUNINGAN BERI PENDAMPINGAN MAKSIMAL PADA PROSES SPMB 2026
- MTSN 7 KUNINGAN CETAK 27 PRAMUKA GARUDA PADA GEBYAR PRAMUKA KUNINGAN 2026
- BANGGAKAN MADRASAH, SEMBILAN SISWA MTSN 7 KUNINGAN LOLOS KE SEKOLAH MANUSIA UNGGUL
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN IKUTI OUTING CLASS LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI PEREMPUAN DI BEEK
- MTSN 7 KUNINGAN TETAPKAN EMPAT WAKAMAD PERIODE 2026–2028 MELALUI PEMILIHAN DEMOKRATIS
- MTSN 7 KUNINGAN BERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA BERPRESTASI JELANG PEMBAGIAN RAPOR
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR SERAH TERIMA JABATAN DAN PENYEMATAN ANGGOTA BARU PMR MADYA
- PENGURUS PERPUSTAKAAN MTSN 7 KUNINGAN KUNJUNGI PERPUSDA UNTUK PERKUAT BUDAYA LITERASI
- SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR PROSES MAKAN BERGIZI GRATIS MELALUI OUTING CLASS DI SPPG DAPOER CIREMA
- 27 SISWA MTSN 7 KUNINGAN BERJUANG RAIH PREDIKAT PRAMUKA GARUDA
ANGKAT ISU KESEHATAN MENTAL REMAJA DUA SISWI MTSN 7 KUNINGAN LOLOS SEMIFINAL KREASI NASIONAL 2026

Jalaksana (KEMENAG) Prestasi membanggakan kembali diraih MTsN 7 Kuningan di tingkat nasional. Dua siswinya, Nayla Shafa Salsabila dan Agustina Nabila Mecca, berhasil lolos sebagai semifinalis Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) Tahun 2026 pada subbidang Pendidikan, Psikologi, dan Kesehatan Mental (PP-ISHK) jenjang SMP/MTs. Kompetisi yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mulai dilaksanakan secara daring pada Kamis (30/4/2026).
Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Abak Academy tersebut, Nayla dan Agustina mengangkat penelitian berjudul Stigma Isu Kesehatan Mental dalam Relasi Percintaan Remaja dan Dampaknya terhadap Help-Seeking Behavior Pelajar SMP di Kabupaten Kuningan. Penelitian itu mengkaji bagaimana stigma terhadap kesehatan mental dapat memengaruhi keberanian remaja dalam mencari bantuan ketika menghadapi persoalan emosional.
Melalui pendekatan survei dan analisis kualitatif, keduanya berupaya memetakan bentuk stigma yang berkembang di kalangan pelajar serta faktor yang mendorong maupun menghambat perilaku mencari bantuan. Topik tersebut dinilai relevan dengan kondisi remaja saat ini yang kerap menghadapi tekanan psikologis, namun masih enggan berkonsultasi karena berbagai stigma yang berkembang di masyarakat.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengaku bangga atas capaian yang diraih kedua siswinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berkontribusi melalui karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa siswa MTsN 7 Kuningan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam riset dan inovasi tingkat nasional. Kami sangat bangga atas capaian yang telah diraih,” ujarnya.
Pembimbing tim, Ernih Chomsaputra, menuturkan bahwa proses penelitian dilakukan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, topik yang dipilih memiliki nilai penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan remaja saat ini. “Mereka bekerja keras menyusun proposal riset dan mempresentasikan gagasannya secara virtual. Menjadi semifinalis dari peserta se-Indonesia merupakan capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkapnya.
KREASI merupakan kompetisi riset nasional yang bertujuan mendorong pelajar untuk aktif melakukan penelitian, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Dengan keberhasilan ini, MTsN 7 Kuningan semakin mempertegas komitmennya dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan siswa.
Kontributor: Intan Darmayanti



