- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
ANGKAT ISU KESEHATAN MENTAL REMAJA DUA SISWI MTSN 7 KUNINGAN LOLOS SEMIFINAL KREASI NASIONAL 2026

Jalaksana (KEMENAG) Prestasi membanggakan kembali diraih MTsN 7 Kuningan di tingkat nasional. Dua siswinya, Nayla Shafa Salsabila dan Agustina Nabila Mecca, berhasil lolos sebagai semifinalis Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) Tahun 2026 pada subbidang Pendidikan, Psikologi, dan Kesehatan Mental (PP-ISHK) jenjang SMP/MTs. Kompetisi yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mulai dilaksanakan secara daring pada Kamis (30/4/2026).
Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Abak Academy tersebut, Nayla dan Agustina mengangkat penelitian berjudul Stigma Isu Kesehatan Mental dalam Relasi Percintaan Remaja dan Dampaknya terhadap Help-Seeking Behavior Pelajar SMP di Kabupaten Kuningan. Penelitian itu mengkaji bagaimana stigma terhadap kesehatan mental dapat memengaruhi keberanian remaja dalam mencari bantuan ketika menghadapi persoalan emosional.
Melalui pendekatan survei dan analisis kualitatif, keduanya berupaya memetakan bentuk stigma yang berkembang di kalangan pelajar serta faktor yang mendorong maupun menghambat perilaku mencari bantuan. Topik tersebut dinilai relevan dengan kondisi remaja saat ini yang kerap menghadapi tekanan psikologis, namun masih enggan berkonsultasi karena berbagai stigma yang berkembang di masyarakat.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengaku bangga atas capaian yang diraih kedua siswinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berkontribusi melalui karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa siswa MTsN 7 Kuningan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam riset dan inovasi tingkat nasional. Kami sangat bangga atas capaian yang telah diraih,” ujarnya.
Pembimbing tim, Ernih Chomsaputra, menuturkan bahwa proses penelitian dilakukan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, topik yang dipilih memiliki nilai penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan remaja saat ini. “Mereka bekerja keras menyusun proposal riset dan mempresentasikan gagasannya secara virtual. Menjadi semifinalis dari peserta se-Indonesia merupakan capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkapnya.
KREASI merupakan kompetisi riset nasional yang bertujuan mendorong pelajar untuk aktif melakukan penelitian, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah. Dengan keberhasilan ini, MTsN 7 Kuningan semakin mempertegas komitmennya dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan siswa.
Kontributor: Intan Darmayanti


