- MTSN 7 KUNINGAN BERI PENDAMPINGAN MAKSIMAL PADA PROSES SPMB 2026
- MTSN 7 KUNINGAN CETAK 27 PRAMUKA GARUDA PADA GEBYAR PRAMUKA KUNINGAN 2026
- BANGGAKAN MADRASAH, SEMBILAN SISWA MTSN 7 KUNINGAN LOLOS KE SEKOLAH MANUSIA UNGGUL
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN IKUTI OUTING CLASS LITERASI BUDAYA DAN EDUKASI PEREMPUAN DI BEEK
- MTSN 7 KUNINGAN TETAPKAN EMPAT WAKAMAD PERIODE 2026–2028 MELALUI PEMILIHAN DEMOKRATIS
- MTSN 7 KUNINGAN BERIKAN APRESIASI KEPADA SISWA BERPRESTASI JELANG PEMBAGIAN RAPOR
- MTSN 7 KUNINGAN GELAR SERAH TERIMA JABATAN DAN PENYEMATAN ANGGOTA BARU PMR MADYA
- PENGURUS PERPUSTAKAAN MTSN 7 KUNINGAN KUNJUNGI PERPUSDA UNTUK PERKUAT BUDAYA LITERASI
- SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR PROSES MAKAN BERGIZI GRATIS MELALUI OUTING CLASS DI SPPG DAPOER CIREMA
- 27 SISWA MTSN 7 KUNINGAN BERJUANG RAIH PREDIKAT PRAMUKA GARUDA
SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR PROSES MAKAN BERGIZI GRATIS MELALUI OUTING CLASS DI SPPG DAPOER CIREMA

Jalaksana (KEMENAG) Sebanyak 35 siswa kelas VII dan VIII MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan outing class di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapoer Ciremai, Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk mengenal secara langsung proses penyediaan makanan bergizi yang mereka terima setiap hari di madrasah.
Kegiatan yang melibatkan 14 guru dan tenaga kependidikan sebagai pendamping tersebut merupakan kolaborasi empat mata pelajaran, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Prakarya, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Melalui pembelajaran di luar kelas ini, siswa diajak memahami proses pengolahan makanan bergizi mulai dari penerimaan bahan baku hingga siap didistribusikan.
Ketua kegiatan, Lili Amalia HR, menjelaskan bahwa outing class bertujuan memperkenalkan standar operasional pengolahan makanan, menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya keamanan pangan dan gizi seimbang, serta membangun sikap menghargai makanan dan proses di balik penyajiannya.
"Kami ingin siswa memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi setiap hari merupakan hasil kerja sama banyak pihak dan melalui proses yang terstandar. Dengan melihat langsung prosesnya, diharapkan tumbuh rasa syukur, kepedulian, serta kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan makanan," ujarnya.
Selama kunjungan, siswa mengikuti dapur tour ke berbagai area produksi. Mereka diperkenalkan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti haircap, masker, dan sarung tangan, serta diajak mengamati ruang penyimpanan bahan baku dingin (cold storage), penyimpanan bahan kering (dry storage), ruang persiapan dan pencucian bahan, hingga proses pemorsian makanan.
Siswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan secara langsung proses pemorsian makanan bergizi gratis sesuai prosedur yang berlaku. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya ketelitian, kebersihan, dan tanggung jawab dalam pengelolaan pangan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter peserta didik. "Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menghargai proses, menghargai makanan, serta memahami pentingnya pola konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab. Pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang bermakna bagi mereka," tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi. Para siswa diminta menuliskan pengalaman dan kesan selama mengikuti outing class dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bagian dari penguatan kompetensi literasi dan keterampilan berbahasa.
Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Kuningan berharap peserta didik semakin memahami pentingnya gizi seimbang, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Intan Darmayanti



