- LUAR BIASA! PRAMUKA MTSN 7 KUNINGAN DOMINASI KSA 2026 DENGAN RAIHAN JUARA UMUM
- PKS MTSN 7 KUNINGAN BORONG PRESTASI DI DIKLAT PKS DAN POLJAR TINGKAT POLSEK JALAKSANA
- KILAS BALIK 2 DEKADE, REUNI ALUMNI MTSN 7 KUNINGAN SARAT HARU DAN KEBERSAMAAN
- SISWI MTSN 7 KUNINGAN RAIH MEDALI PERUNGGU MOSAIC IPS TINGKAT JAWA BARAT
- MTSN 7 KUNINGAN IMPLEMENTASIKAN PROGRAM TAHSIN, TAHFIDZ, DAN KEPUTRIAN
- MTSN 7 KUNINGAN RAIH DUA PENGHARGAAN KPPN AWARD SEMESTER I 2026
- MTSN 7 KUNINGAN JALIN KEMITRAAN DENGAN TIGA LEMBAGA PROGRAM TAHSIN, TAHFIZ, DAN KEPUTRIAN
- MATAMUDA MTSN 7 KUNINGAN DITUTUP
- TANAMKAN KESADARAN ANTI PERUNDUNGAN, MTSN 7 KUNINGAN HADIRKAN EDUKASI PERLINDUNGAN ANAK
- CEGAH HOAKS DAN PERUNDUNGAN DARING, MTSN 7 KUNINGAN BEKALI MURID BARU LITERASI DIGITAL
MTSN 7 KUNINGAN GELAR SOSIALISASI P3LP BERSAMA PUSKESMAS JALAKSANA

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan bekerja sama dengan UPT Puskesmas Jalaksana menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 7 Kuningan tersebut diikuti oleh 46 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui pengisian tautan data dari pihak puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam mengenali dan merespons kondisi psikologis teman sebaya yang mengalami tekanan emosional atau trauma ringan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kesehatan mental siswa perlu mendapat perhatian serius. “Kesehatan mental anak-anak saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Dengan adanya sosialisasi P3LP ini, siswa dan guru menjadi lebih paham bagaimana memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujarnya.
Pembina PMR MTsN 7 Kuningan, Rezki Handani, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan peran PMR dalam bidang kemanusiaan. “Selama ini PMR lebih fokus pada pertolongan fisik. Kini siswa belajar bahwa luka psikologis juga perlu ditangani dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan tim kesehatan dari UPT Puskesmas Jalaksana, Anto, berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut di lingkungan sekolah. “Mudah-mudahan setelah sosialisasi ini muncul agen-agen kesehatan jiwa di sekolah yang mampu menjadi pendengar yang baik dan membantu teman yang mengalami kesulitan psikologis,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi sederhana dan diskusi kasus. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kontributor: Intan Darmayanti



