- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
SISWA MTSN 7 KUNINGAN BELAJAR LANGSUNG EKOSISTEM HUTAN DI LEMBAH CILENGKRANG

Jalaksana (KEMENAG) Sebanyak lebih dari 150 siswa kelas VII dan VIII MTsN 7 Kuningan mengikuti kegiatan Outing Class mata pelajaran IPA dan IPS bertema “Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Ekosistem Hutan” di Lembah Cilengkrang pada Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan melalui pengamatan berbagai komponen ekosistem hutan, sekaligus mengenalkan interaksi masyarakat dengan lingkungan dan potensi ekonomi berbasis ekowisata.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi guru pendamping. Mereka melakukan observasi terhadap berbagai jenis tumbuhan, serangga, serta kondisi lingkungan di kawasan hutan.
Plt. Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Melalui outing class ini, siswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku teks. Mereka belajar langsung tentang ekosistem hutan dan hubungan manusia dengan lingkungan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus guru IPA, Ernih Chomsaputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual dalam Kurikulum Merdeka. “Siswa diajak mengamati, mengklasifikasikan, dan membuat laporan sederhana tentang hasil temuan mereka di lapangan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Alvin Mahesa Putra, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Belajarnya jadi lebih seru karena langsung di alam. Saya jadi lebih paham pentingnya hutan untuk kehidupan,” katanya.
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang hari dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan. Seluruh peserta kembali ke madrasah dengan membawa pengalaman belajar yang akan ditindaklanjuti melalui laporan observasi dan presentasi di kelas.
Kontributor: Intan Darmayanti


