- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
11 SISWA MTSN 7 KUNINGAN RAIH MEDALI DI KEJUARAAN PENCAK SILAT TINGKAT NASIONAL

Jalaksana (KEMENAG) Sebanyak 11 siswa MTs Negeri 7 Kuningan meraih medali pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Kesultanan Kanoman Cirebon Championship 2026 yang berlangsung Jumat–Minggu (04–06/09/26) di Sport Hall GOR Bima Cirebon. Dari kejuaraan tersebut, para siswa meraih dua medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 2.150 peserta tersebut mempertemukan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia dengan kategori usia mulai dari usia dini hingga dewasa. Kegiatan dibuka oleh Pangeran Kesultanan Kanoman Cirebon dan dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Wali Kota Cirebon serta Staf Ahli Kementerian Kebudayaan RI.
Dua medali emas diraih Nabila Az-Zahra (kelas 8I) dan Putri Aulia Lutfiana (kelas 8C). Sementara itu, medali perak diraih Karisa Nada Nikeisha (kelas 9F) dan Zaskiah Tri Sari (kelas 9I).
Tujuh medali perunggu diraih oleh Mila Reishawati Soegandi (kelas 9G), Delista Novelli Sri Wahyudin (kelas 9A), Friska Kharisma (kelas 9F), Riezka Nur Itsnaini (kelas 9H), Nabila Cahya Puteri (kelas 9I), Naila Azkia Putri (kelas 9F), dan Nazwatul Amanda (kelas 8B).
Plt. Kepala MTs Negeri 7 Kuningan, Kosasih, mengapresiasi hasil yang diraih para siswa. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang pencak silat. “Yang terpenting adalah proses yang dijalani anak-anak. Kejuaraan ini menjadi pengalaman bagi mereka untuk belajar bertanding, mengevaluasi kemampuan, dan terus meningkatkan latihan,” ungkap Kosasih.
Pembina pencak silat Anton bersama pelatih M. Luthfi turut mendampingi para siswa selama mengikuti kejuaraan. Luthfi menyampaikan bahwa para siswa telah berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap pertandingan. “Anak-anak sudah tampil maksimal dan saya mengapresiasi perjuangan mereka. Ke depan, kami membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya agar proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Luthfi.
Keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut menjadi bagian dari pembinaan ekstrakurikuler pencak silat di MTs Negeri 7 Kuningan. Hasil pertandingan selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi siswa dan tim pembina untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang berkelanjutan.
Kontributor: Intan Darmayanti


