- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA

Jalaksana (KEMENAG) Siswa kelas IX MTsN 7 Kuningan mengikuti praktik mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan membuat makanan dan minuman sebagai bagian dari pembelajaran teks prosedur, Jumat (02/10/26).
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberi kebebasan menentukan menu yang akan dibuat, mulai dari menyiapkan bahan, mempraktikkan proses pembuatan, hingga menyajikan hasilnya. Selanjutnya, mereka menyusun teks prosedur berdasarkan pengalaman praktik dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dipelajari.
PKM Bidang Kurikulum MTsN 7 Kuningan, Rindi Antika Octaviani, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). “Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, bermakna, sekaligus mendorong kreativitas mereka,” ujarnya.
Sementara itu, guru Bahasa Indonesia, Lusi Anggraeni, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa lebih mudah memahami materi teks prosedur melalui pengalaman nyata. Selain meningkatkan pemahaman, praktik tersebut juga melatih kerja sama, kemandirian, dan kreativitas siswa. “Setelah praktik, siswa menyusun teks prosedur berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Dengan begitu, mereka lebih mudah memahami ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya, bukan sekadar membaca contoh dalam buku,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan presentasi dan refleksi. Perwakilan siswa membacakan teks prosedur yang telah disusun sekaligus berbagi pengalaman selama mengikuti praktik pembelajaran.
Kontributor: Intan Darmayanti


