- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan memperingati Hari Batik Nasional dengan mengajak seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenakan batik saat mengikuti kegiatan belajar mengajar, Jumat (02/10/26). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Beragam motif dan warna batik yang dikenakan warga madrasah turut mewarnai peringatan tersebut. Selain mengenakan batik, siswa juga mendapatkan penjelasan singkat mengenai sejarah dan makna batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Plt Kepala MTsN 7 Kuningan, Kosasih, mengatakan bahwa peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya bangsa, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. “Batik adalah identitas bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menanamkan rasa bangga kepada siswa terhadap budaya Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, PKM Bidang Kesiswaan, Arif Aminudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari seluruh warga madrasah. Menurutnya, penggunaan batik secara bersama-sama juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di lingkungan madrasah.
“Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan kekeluargaan. Ke depan, kami berencana mengemas peringatan ini melalui kegiatan yang lebih variatif, seperti lomba atau pameran batik karya siswa,” tuturnya.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya melestarikan batik yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009.
Kontributor: Intan Darmayanti


