- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
DARI KELAS JADI GALERI, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PAMERKAN KARYA SENI LUKIS

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan menggelar Pameran Seni Lukis Kelas IX sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin–Jumat (07–11/09/26). Kegiatan berlangsung pada jam pelajaran Seni Rupa di masing-masing kelas, dengan menampilkan beragam karya siswa.
Pameran menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar menata dan mempresentasikan karya. Lukisan yang ditampilkan mengangkat beragam tema, di antaranya alam, kehidupan sehari-hari, dan abstrak.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya seni, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, bertanggung jawab, serta menghargai karya sendiri maupun orang lain. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang mendorong pembelajaran dengan menumbuhkan kepedulian terhadap Tuhan, sesama, lingkungan, dan ilmu pengetahuan.
PKM Kurikulum MTsN 7 Kuningan, Rindi Antika Octaviani, mengatakan pameran menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. “Pameran seni lukis kelas IX ini adalah wujud pembelajaran yang bermakna. Siswa tidak hanya belajar melukis, tetapi juga belajar menata karya, bekerja sama, dan mengapresiasi keindahan. Ini sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang mendorong siswa untuk berkarya dengan hati,” ujarnya.
Guru Seni Budaya MTsN 7 Kuningan, Husni Mubarok, menjelaskan bahwa siswa terlibat sejak tahap pemilihan tema hingga penataan karya di ruang kelas. “Anak-anak sangat antusias menyiapkan karya, mulai dari memilih tema, menuangkan ide, hingga menata pameran di kelas masing-masing. Tujuannya agar mereka mampu menata pameran sekaligus meningkatkan kemampuan mengapresiasi karya seni sendiri maupun karya orang lain,” jelasnya.
Pameran mendapat respons positif dari siswa. Selain menjadi ruang untuk menampilkan hasil pembelajaran, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat, menikmati, dan memberikan apresiasi terhadap karya teman-temannya.
Kontributor: Intan Darmayanti


