- TIM GABUNGAN KECAMATAN JALAKSANA SIDAK PROGRAM MBG DI MTSN 7 KUNINGAN
- DARI KELAS KE MUSEUM, SISWA MTSN 7 KUNINGAN TELUSURI JEJAK KEHIDUPAN PRASEJARAH
- EVALUASI PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA, MTSN 7 KUNINGAN IKUTI SURVEI KEMENAG
- IKUTI AKGTK 2026, MTSN 7 KUNINGAN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
- TINGKATKAN KOMPETENSI, GURU BK MTSN 7 KUNINGAN DALAMI LAYANAN KONSELING BERBASIS CINTA
- DARI DAPUR KE TEKS PROSEDUR, SISWA MTSN 7 KUNINGAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
- KUA JALAKSANA DAN MTSN 7 KUNINGAN JAJAKI KERJA SAMA PEMBINAAN KEAGAMAAN REMAJA
- KENAKAN BATIK, WARGA MTSN 7 KUNINGAN RAYAKAN WARISAN BUDAYA BANGSA
- SENAM BERSAMA, MTSN 7 KUNINGAN PERKUAT SILATURAHMI DENGAN WALI MURID
- PUSKESMAS JALAKSANA GELAR CEK KESEHATAN GRATIS BAGI SISWA MTSN 7 KUNINGAN
MTSN 7 KUNINGAN KAMPANYEKAN SIKAP SALING MENGHARGAI UNTUK CEGAH BULLYING

Jalaksana (KEMENAG) MTsN 7 Kuningan melaksanakan upacara rutin hari Senin di lingkungan madrasah, Senin (28/9/2026). Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ernih Chomsaputra menyampaikan amanat tentang pentingnya mencegah dan menghentikan bullying di lingkungan madrasah. Ia mengajak siswa membangun pertemanan dengan saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menjaga perasaan satu sama lain.
Ernih mengingatkan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui perkataan, ejekan, pemberian julukan yang tidak menyenangkan, pengucilan, maupun tindakan lain yang membuat seseorang merasa tertekan atau tidak nyaman. “Jangan sampai perkataan atau candaan kita justru menyakiti teman. Mari kita belajar untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain,” pesannya.
Ia juga mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun ikut-ikutan ketika melihat tindakan bullying. Siswa diharapkan berani melaporkan tindakan yang mengarah pada perundungan kepada guru atau pihak madrasah agar dapat ditangani dengan baik.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Kuningan membangun lingkungan madrasah yang aman dan nyaman. Kepedulian seluruh warga madrasah, termasuk membiasakan berbicara dengan sopan, menghargai perbedaan, dan tidak mengejek teman, menjadi langkah sederhana dalam mencegah bullying.
Kontributor: Tiara Putri Adnin


